Latar
belakang
Pementasan
teater di bali biasanya dipentaskan berdasarkan cerita rakyat yang ada. Banyak ceritaa rakyat di bali yang dapat
dipertunjukkan melalui teater salah satunya adalah Asal Mula SelatBali.
Manik
Angkeran merupakan tokoh utama dalam cerita ini yang memiliki wataak antagonis
karena sifatnya yang suka berjudi. Secara umum, cerita ini mengisahkan
terisahnya pulau jawa dan baliyang disebabkan oleh tongkat sakti sidimantra
yaitu ayah dari Manik Angkeran.
Sinopsis
Diceritakan
ada seorang rsi bernama Siddi Mantra yang tinggal di jawa dan
mempunyai anak bernama Manik Angkeran dia adalah anak yang senang
berjudi seperti sabung ayam tapi dia kalah terus dan tidak pernah menang tapi
dia tetap penasaran untuk menang jadi dia berjudi terus tapi masih tetap kalah
terus. Pada suatu hari Manik Angkeran meminta uang pada Siddi mantra tapi karena
Siddi Mantra tidak punya apa-apa Siddi Mantra mengambil gentha saktinya dan
langsung pergi ke gunung agung untuk meminta pertolongan kepada naga basuki.
Sesampainya di bali dia membunyikan gentha nya untuk memanggil naga basuki saat
naga basuki keluar siddi mantra menjelaskan semuanya dan memberikan
beberapa berlian dan permatanya. Lalu Sidi Mantra pulang dan memberikan harta
itu pada anaknya untuk melunaskan utangnya. Tapi tidak lama uangnya sudah
habis. Lalu saat dia mengetahui bahwa ayahnya mendapatkan semua harta itu dari
naga basuki dengan gentha sakti itu Manik Angkeran mengambil gentha itu dan
langsung pergi ke bali untuk menemui naga basuki. Saat dia
membunyikan gentha nya dan meminta pada naga basuki, naga basuki memberikannya
tak disangka Manik Angkeran memotong ekor naga basuki karena ada sebuah permata
besar karena naga basuki sakang marahnya sampai membakar Manik Angkeran
hidup-hidup. Mendengar anaknya dibakar Siddi Mantra langsung menemui naga
basuki dan memohon dan berkata akan tinggal bersama naga basuki untuk
merawatnya. Naga basuki setuju dan menghidupkan Manik Angkeran kembali. Saat
anaknya sudah hidup Siddi Mantra dengan tongkat ajaibnya memisahkan jawa dan
bali agar Manik Angkeran tidak bias kembali. Dari situlah terjadi “Selat Bali”.
Tokoh
dan penokohan
1. Manik
angkeran : bandel, keras kepala,
tidak gampang jera.
2. Sidhi
mantra : pengampun.
3. Naga
basuki : pengasih
Nilai
nilai yang terkandung
A. Nilai Agama
Cerita rakyat "Asal Mula Selat Bali” memberikan
nilai religi yang tinggi yaitu kita harus tetap bertawakal kepada Tuhan dan
selalu beribadah agar kita melewati segala cobaan hidup. Bukannya manja dan
mengeluh saja. Jahuilah perbuatan yang dilarang oleh agama seperti berjudi dan
taruhan.
B. Nilai Budaya
Ø Gunung
Agung adalah gunung yang keramat di pula bali karena dianggap sebagai tempat
bersemayamnya para dewa.
Ø Terdapat
adat dan aturan untuk mendaki Gunung Agung karena Gunung Agung dinilai suci.
Ø Pantangan
menaiki Gunung Agung bagi para perempuan yang mengalami menstruasi, atau
membawa bekal daging sapi, atau lembu dalam bentuk apapun, sesuai yang
diajarkan agama hindu.
C. Nilai Moral
Ø Janganlah
engkau menjadi seraka dan tamak karena sifat tersebut dapat menjerumuskanmu
kedalam kesuraman.
Ø Patuhilah
orang tuamu karena dia yang telah merawatmu dari kecil sampai dewasa.
Ø Hindari
bermain judi dan taruhan karena judi dan taruhan termasuk perbuatan yang
tercela.
Ø Bersikaplah
hormat kepada sesama manusia.
Ø Jangan
terlalu memanjakan anak karena dapat membuat anak tidak mau berusaha dan
menjadi seenaknya.
Fugsi
dalam masyarakat
Nilai nilai dan pesan
moral dalam sebuah cerita rakyat akan lebih mudah tersampaikan melalui sebuah
pertunjukan teater. Disamping sebagai media untuk memperkenalkan cerita rakyat,
juga akan menambah kreatifitas seseorang yang berperan dalam sebuah teater.
Cerita Manik Angkeran
ini di dalamnya terdapat larangan
dan pantangan yang perlu dihindari. Bagi warga masyarakat pendukungnya bisa
menjadi tuntunan tingkah laku dalam pergaulan sosial. Apalagi bagi masyarakat
yang belum mengenal pendidikan formal dalam bentuk sekolah, maka cerita rakyat dalam bentuk teater menjadi sarana untuk
mengajarkan budi pekerti
Simpulan
Dari
penjelasan ini atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebuah teater akan sangat
membantu penyampaian pesan moral dalam sebuah cerita rakyat. Dengan penyajian
teater yang memiliki nilai estetika akan membuat seseorang lebih mudah menerima nasehat
ataupun amanat jika dijalin dalam cerita yang mengasyikkan, sehingga tanpa
terasa orang orang yang menyaksikannya dapat
menyerap ajaran-ajaran yang terkandung dalam cerita itu sesuai dengan taraf dan
tingkat kedewasaan jiwanya masing-masing.
Comments
Post a Comment